Niat Iseng Jadi Bikin Review


Sinetron India menjadi sebuah topik pembicaraan yang cukup sering saya dengar sehari-hari dan menjadi salah satu tontonan wajib bagi ibu dan asisten rumah tangga yang ada di rumah saya. Tak hanya itu bahkan bude-bude saya (atau biasa disebut bibi) juga mengikuti serial yang sama. 

Terkadang saya bertanya-tanya, apa sih yang membuatnya begitu menarik? Kenapa sih terkadang bila terlewat satu episode saja, ibu saya akan berusaha menontonnya kembali via youtube atau bahkan menunda untuk berpergian hanya karena ingin menonton serial India tersebut hingga selesai? 

Karena begitu penasaran, saya kemudian menemani ibu saya untuk menonton serial India untuk pertama kalinya, dan harus saya akui bahwa sinetron India cukup menguras kesabaran para penontonnya karena terkadang hal yang dilakukan tokoh antagonis sangat tidak terduga.

Siang itu, saya sudah bersiap untuk menghabiskan waktu menonton sinetron India, yang konon setiap sinetron episodenya cukup banyak. Tunggu sebentar, menyebutkan kata episode membuat saya teringat tentang salah satu sinetron India yang cukup populer dengan episode yang cukup banyak. Latar belakang cerita tentang si kaya dan si miskin yang bersahabat waktu kecil, dan menjadi saudara karena si miskin diangkat menjadi anak oleh orang tua si kaya itu pun mampu menyihir ribuan ibu-ibu yang tengah bersantai untuk mengikuti kisahnya. Bahkan saat itu kemunculan sinetron itu juga dijadikan meme bergambar seorang nenek dan sebuah kalimat, “demi Dewa”. Tidak asing kan? Ya, yang barusan saya sebutkan adalah sebuah sinetron India yang dulu sangat disambut hangat oleh penonton setianya di Indonesia, yaitu Uttaran. Beberapa kali saya mencoba menontonnya, tapi saya gagal melawan emosi dan berakhir dengan mematikan televisi karena menurut saya ceritanya begitu berlebihan. Bahkan, karena begitu penasaran, saya bahkan mencari jumlah episode sinetron Uttaran dan saya terkejut. Bagaimana mungkin ada sebuah sinetron yang jumlah episodenya mencapai 1.549? Tak hanya itu, saya menemukan beberapa berita mengenai tingkat perceraian yang meningkat akibat terlalu asyik menonton serial yang ditayangkan setiap hari selama tujuh tahun di negara asalnya tersebut. Luar biasa!

Kembali ke ruang televisi, pukul 12.00 sinetron pertama tayang berjudul Anandhi. Yang mengejutkan adalah sinetron ini telah mencapai 224 episode. Jangan terkejut dulu, karena kabarnya, di negara asalnya Anandhi ini mencapai 2.000 episode lebih. Luar biasa memang sinetron India ini, pikir saya setelah mencari tahu apa sih garis besar dari cerita sinetron ini di google. Ternyata, Anandhi ini berkisah mengenai budaya pernikahan dini yang masih banyak dilakukan di India. Tokoh utama sendiri bernama Anandhi. Sinetron ini begitu panjang karena kisahnya dimulai dari silsilah keluarga tokoh utama. Cerita dimulai dari Anandhi masih dikandung hingga ia harus dijodohkan oleh Jagdish demi sebuah tradisi, dan pada hari ini ternyata Anandhi telah menikah dengan orang lain setelah Jagdish meninggalkan dia demi orang lain. Meskipun telah menikah dengan orang lain Anandhi masih memiliki perasaan dengan Jagdish dan Jagdish pun juga demikian. Maka Jagdish dengan berbagai cara berusaha kembali untuk bersatu dengan Anandhi. Setelah menonton film tersebut, menurut saya ide ceritanya cukup baik. Tradisi pernikahan dini yang banyak dijalankan di India juga mendapat banyak tentangan dari sebagian orang. Menurut tanggapan ahli, pernikahan dini memberikan dampak negatif bagi para pelakunya. Tidak matangnya pikiran dan pengendalian diri, ini sama seperti tokoh Jagdish yang menyukai wanita lain, namun dia enggan untuk meninggalkan Anandhi meskipun Anandhi telah bersama yang lain. Tidak matangnya pikiran juga terlihat dari pembawaan Anandhi yang meskipun telah menikah dengan pria lain, ia tidak mau melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri karena ia masih mencintai Jagdish. 

Ketika menonton sinetron India ini, ibu saya sering menggerutu “ih, Anandhi bikin gemes!”, tak jarang saya tertawa melihat ibu saya yang kesal sendiri menonton sinetron India tersebut. Tapi di situ yang saya salut dengan sinetron ini, karena dalam menulis sebuah naskah, apabila kita menciptakan sebuah tokoh dan sebuah alur cerita, semakin penonton hanyut dalam cerita yang ditulis maka artinya cerita yang kita buat dapat memainkan perasaan penonton. Hal ini saya kira cukup sesuai dengan keadaan penonton di Indonesia (sebagai sampling, ibu saya dan asisten rumah tangga di rumah) yang merasa kesal ketika melihat Anandhi begitu sabar menghadapi rintangan hidupnya, dan marah ketika Jagdish mulai mendekati Anandhi kembali.

Setelah tayang selama dua jam dengan jeda iklan yang tidak terlalu lama, Anandhi pun berakhir, namun untuk pecinta InDra atau India’s Drama (saya membuat istilah ini karena terinspirasi dari singkata DraKor atau Drama Korea) jangan bersedih hati dahulu. Karena, setelah Anandhi masih ada Thapki yang mulai pukul 14.00. Tokoh utama sinetron India ini bernama Thapki. Ketika sinetron dimulai dan muncul tokoh utama saya pun penasaran. Thapki, si tokoh utama diceritakan sebagai wanita yang gagap. Dia juga seorang gadis yang cerdas, ceria serta optimis. Thapki yang gagap tidak pernah menganggap kekurangannya akan menyulitkan dia. Tapi seperti kebanyakan sinetron India tema sinetron ini juga masih sama yaitu mengejar cinta yang dibumbui berbagai intrik. Thapki yang sulit menikah karena ia gagap dijodohkan dengan laki-laki yang tidak tahu ia gagap dan menghabiskan banyak uang untuk perjodohannya. Namun, semua berbalik ketika ia harus menerima keadaan bahwa lelaki yang dijodohkannya itu malah meninggalkannya karena ia gagap. Setelah perjodohannya yang gagal dan menghabiskan harta ia bertemu dengan seorang laki-laki yang kemudian menyukainya, yaitu Dhruv. Tapi ternyata cinta mereka dihalangi juga oleh ibu kandung Dhruv yang kemudian menjodohkan Dhruv dengan wanita lain dan menikahkannya. Entah apa yang menjadi ide dari cerita ini, terlalu melebar. Menarik tapi mudah membuat bosan penontonnya, menurut saya. Sinetron dengan judul Thapki ini hanya tayang selama satu setengah jam. Saat ini di televisi swasta sudah mencapai episode ke 98. Jumlah episode di stasiun televisi asal sinetron tersebut belum diketahui karena masih dalam proses penayangan, namun ada yang sumber yang menuliskan bahwa episodenya mencapai lima ratusan. Salut pada tim produksi sinetron India terutama penulis naskahnya.

Tak terasa sudah sore, saya sudah tidak sanggup lagi menonton sinetron India. Saya cukupkan pengalaman saya menonton sinetron ini karena jenuh dengan cerita yang begitu saja, berbeda judul tapi idenya tetap sama. Saya tinggalkan ibu sendirian di ruang televisi dan ia masih asyik menonton sinetron India selanjutnya hingga malam hari.

Comments

Popular posts from this blog

Review Sepatu : League Shoes seri Kumo Chi

Euforia Ke GIIAS 2017

My story : Eid Al-Fitr Edition