Learning by Googling
Apa sih maksud judul di atas?
Awalnya tergelitik dengan keadaan lingkungan sekitar. Akhir-akhir ini sering sekali saya perhatiin orang-orang di sekitar saya. Entahlah mungkin saya sedikit menjadi pemerhati terhadap orang-orang sekitar saya. Tidak ada tujuan pasti, itu semua saya lakukan hanya karena iseng.
Learning by doing menurut saya adalah belajar karena melakukan. Saat ini, saya tengah berada di sebuah kota kecil yang berada di wilayah Jawa Tengah. Observasi ini saya lakukan dengan melihat orang-orang di sekitar saya. Mereka mahir dalam melakukan sesuatu karena sudah terbiasa, bukan karena belajar sebuah ilmu. Contoh terdekat, petani dan nelayan. Petani mampu mengetahui jenis tanah yang subur, jenis pupuk yang baik, bibit yang baik bukan karena belajar ilmunya (atau mungkin yang petani modern tentu akan belajar atau mengikuti pendidikan) tapi karena mereka telah terbiasa melakukan aktifitas itu mungkin sejak kecil, karena mereka harus membantu orang tua di sawah. Begitupun nelayan, pasti begitu. Mereka paham atau mahir melakukan apa yang menjadi profesi mereka karena memang sudah terbiasa melakukan.
![]() |
| They Trying To Study While They Do It Togething Learning By Study (source : google.com) |
Tapi, Learning by Doing ini seringkali saya plesetkan dengan Learning by Googling. Kenapa? Zaman ini sepertinya lebih relevan belajar lewat googling. Bingung akan sesuatu, sekarang dengan mudahnya kita tinggal buka google dan ketik keywordnya. Banyak hal yang saya tanyakan di google. Dari pertanyaan yang remeh temeh, hingga yang jawabannya cukup menyulitkan bahkan terkadang mengharuskan kita untuk menyaring informasi yang kita terima. Iyalah, setiap informasi yang kita dapatkan tentunya harus disaring terlebih dahulu. Kalau tidak, ya kita juga yang rugi. Berapa banyak disekitar kita yang tiba-tiba percaya berita hoax dan akhirnya merasa dirugikan? Banyak. Bahkan kekisruhan yang terjadi diantara masyarakat masa kini juga seringkali karena berita hoax yang disebarkan secara tidak bertanggung jawab.
Learning by Googling juga membuat saya merasa lebih mengikuti perkembangan yang ada saat ini di masyarakat. Tapi tentu yang namanya belajar tidak hanya teori saja, harus praktik juga. Banyak hal yang saya temukan di google dan saya praktikan. Misalnya saja, cara berolahraga, cara mengecilkan lingkar perut, dan lainnya. Kalau kata ibu saya, "beruntung ya anak zaman sekarang, sudah ada google. Apa-apa tinggal tanya google. Zaman saya dulu, paling banter baca buku atau kalau malas ya tanya saja sama orang tua. Paling dikasih tau ala kadarnya, tanpa kita bisa membantah atau bertanya kenapa'. Sekilas saya merasa, oh ya benar juga ya.
Tapi kenapa di zaman secanggih ini orang masih enggan untuk searching, padahal sarana ada, pulsa ada, tapi.... malas! Waduh, susah juga kalau udah malas. Alasan lainnya belum tentu akurat informasinya. Ya akurat atau tidak memang tidak bisa menjadi tolak ukur, tapi engga ada salahnya juga kan kita memahami sedikit, lalu kita bisa menanyakan hal itu kepada orang yang lebih ahli. Jadi tidak akan ada ceritanya miss-information (IMHO). Untuk anak kuliah juga harus diakui google adalah salah satu teman terbaik yang mau kita copy paste untuk tugas kuliah. Haha. I did it, so many times. Tapi untuk yang enggan googling dan masih baca buku saya akui, kalian luar biasa. Sebenarnya saya sudah cukup lama tidak banyak buku. Ketika saya ingin mengetahui sesuatu, biasanya saya langsung mengambil handphone, buka google dan ketik keyword. Mudah bagi saya.
Semua ini adalah opini pribadi saya. Tak ada maksud untuk mempengaruhi. Mohon maaf bila ada salah-salah kata. Terima kasih telah berkunjung ke-blog ini.
Salam,
Tsatsia



Comments
Post a Comment