Lucunya Sinetron Indonesia
Selamat malam semuanya,
Sebelumnya maaf banget sudah lama sekali sepertinya saya tidak posting di blog ini. Tiba-tiba minat saya untuk menulis drop, tapi, syukurlah dropnya juga tidak terlalu lama. Saya juga minta maaf belum bisa melanjutkan tulisan saya mengenai kawin karbit yang bagian kedua. Alasannya? Banyak. Data yang saya kumpulkan masih mengawang-awang, jadi saya takut kalau informasi yang saya sajikan tidak sesuai.
Sesuai dengan judulnya, kali ini saya akan membuat sebuah reviewngaco tentang sinetron di Indonesia. Review ini saya buat semaksimal mungkin dan berisi tentang opini saya melihat fenomena sinetron di Indonesia.
Sejarah Perkembangan Sinetron di Indonesia
Jadi sebenarnya apa sih sinetron pertama di Indonesia?
Sinetron pertama yang tayang di Indonesia berjudul Losmen, yang tayang di TVRI yaitu lembaga penyiaran publik milik pemerintah Indonesia pada tahun 1980-an. TVRI saat itu menjadi satu-satunya stasiun televisi yang ada di Indonesia dan hanya sedikit sekali orang yang memiliki televisi di zaman itu.
Sinetron ini bercerita mengenai kehidupan sehari-hari keluarga Broto yang mengelola penginapan atau losmen dan dibintangi oleh Mathias Muchus, Dewi Yull, dan beberapa aktor serta aktris lainnya. Tapi, berbanding sama sinetron zaman sekarang yang setiap hari menjajah televisi kita, sinetron Losmen ini hanya tayang sebula sekali. Soalnya, zaman itu, TVRI jam siarannya masih terbatas. Berbeda dengan jadwal siaran televisi zaman sekarang. Lalu lahirlah RCTI di tahun 1989 tapi baru bisa diakses masyarakat luas ditahun 1990an, dan RCTI menjadi stasiun televisi swasta yang kemudian menayangkan banyak sinetron hingga saat ini. Sinetron Doel Anak Sekolahan adalah salah satu contoh sinetron yang mendapatkan banyak apresiasi dari penonton setia RCTI kala itu.
Saya kira cukup ya penjelasannya tentang sejarah sinetron di Indonesia. Sekarang langsung masuk ke review sinetron Indonesia zaman sekarang. Dari semua sinetron yang ada masa kini, saya heran kenapaaaaaaa... why oh why kalau sholat, make upnya masih tetep ada?! apa si bintang sinetron tidak wudhu?
Saya kira setiap sinetron Indonesia, pasti jalan cerita akan sama. Pihak yang baik dan yang jahat berseteru. Ya iyalah, sinetron Indonesia pasti mengambil cerita seputaran kehidupan zaman sekarang. Tapi dikasih bumbu yang lebay gitu sampai kadang bikin engga habis pikir aja. Kayak di sinetron Anak Jalanan, yang ceritanya tentang anak muda ikut geng motor yang suka kebut-kebutan, jago berantem sampai mewakili Indonesia di ajang tarung bebas, terus mati karena kelindes truk. Terus kisahnya ya percintaan sepasang kekasih yang akhirnya engga bisa bersatu, dan banyak konflik yang engga masuk di akal. Funny,eh?
Sedikit cerita, di Ketaon, desa yang menjadi rumah kedua saya saat ini, film ini cukup banyak penggemarnya. Bahkan ketika Boy, si bintang utamanya mati, ditangisi oleh sebagian ibu-ibu. Tidak cuma di Ketaon tapi hampir di seluruh bagian Indonesia.
Boy atau sinetron Anak Jalanan ini adalah sinetron yang tidak ada faedahnya, ha ha ha. Ya iyalah, mengajarkan anak-anak kecil untuk punya obsesi menjadi pembalap jalanan. Banyak anak-anak di daerah yang sering mengikuti sinetron Boy ini kemudian merengek pada orang tuanya untuk membelikan mereka sepeda motor besar, alasannya, ya supaya mirip dengan Boy.
Sampai ada iklan layanan masyarakat, yang intinya kalau kebut-kebutan jangan di jalan tapi di sirkuit. Wah wah wah.
But, thanks God. It's already over. Habislah sudah akhirnya kisah si Boy, dengan ending yang maksa dan tidak jelas (?).
Beralih dari sinetron Boy atau Anak Jalanan, beberapa sinetron juga memiliki kebiasaan yang hampir sama. Ya, kalau si bintang utama sedang lupa ingatan.
Geser yuk, dari kisah antagonis yang kadang jahatnya bikin pengen banting televisi yang ada di depan kita, sekarang perhatikan bagaimana gaya berpakaian seragam di beberapa sinetron yang ada. Saya ambil contoh di sinetron Boy, Anak Jalanan yang cukup hits ini. Baju ketat, rok pendek, dan make up yang lumayan tebal, tidak pernah tampak dekil, serta rambut dicat itu nampak aneh untuk anak sekolah. Mungkin, kalau pagi hari, anak sekolah tampil sangat rapi dan tidak dekil. Tapi begitu pulang sekolah? Ha ha ha, harusnya sih dekil karena di sekolah seringkali kita melaksanakan aktifitas yang kadang membuat kita berkeringat. Ya kecuali di sekolah kamu bisa mandi, atau ada loker untuk ganti baju. Tapi saya rasa jarang deh. Masalah make up berlebih, saya kira setiap sekolah pasti punya kebijakan untuk dilarang menggunakan make up secara berlebihan dengan alasan dapat mengganggu aktifitas atau konsentrasi belajar para siswa.
Lanjut, setelah bicara tentang seragam-seragam yang dipakai sama dedek-dedek gemez di sinetron Indonesia, ada lagi yang paling nyebelin dalam tayangan-tayangan sinetron. Apa coba? ADEGAN TABRAKAN. Sumpah, itu nyebelin banget. Kenapa? Mobilnya dimana, orangnya mau nyebrang, orangnya masih jauh tapi udah menjerit duluan dan tahu-tahu kegeletak gitu aja si korban, tanpa tahu proses tadi tabrakannya gimana. Terus, perhatiin deh, rata-rata lukanya pasti di kepala dan proses penyembuhannya paling cuma beberapa episode ke depan. Kalau dianalogikan, misalnya 1 episode itu satu hari, lalu lukanya sembuh dalam waktu 3 episode, nah berarti 3 hari. Kan sangat tidak mungkin luka parut yang segitu hebatnya karena kecelakaan sembuh dan mulus dalam waktu 3 hari.
Sebelumnya maaf banget sudah lama sekali sepertinya saya tidak posting di blog ini. Tiba-tiba minat saya untuk menulis drop, tapi, syukurlah dropnya juga tidak terlalu lama. Saya juga minta maaf belum bisa melanjutkan tulisan saya mengenai kawin karbit yang bagian kedua. Alasannya? Banyak. Data yang saya kumpulkan masih mengawang-awang, jadi saya takut kalau informasi yang saya sajikan tidak sesuai.
Sesuai dengan judulnya, kali ini saya akan membuat sebuah review
![]() |
| Memè Sinetron Indonesia (Source : palingseru.com) |
Sejarah Perkembangan Sinetron di Indonesia
Sinetron awalnya berasal dari drama-drama yang ada di radio. Drama radio ini sudah berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1930. Seiring berkembangnya zaman, televisi pun semakin diminati masyarakat dan peluang ini ditangkap oleh para pemilik stasiun siaran televisi dengan membuat drama televisi yang dikenal dengan opera sabun di zaman itu. Lah ya, kan itu Amerika. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Penasaran kan siapa yang memberikan nama drama tersebut menjadi Sinetron? Nah, istilah sinetron diperkenalkan oleh Soemardjono yang juga pendiri IKJ atau Institut Kesenian Jakarta. Kepanjangan sinetron itu apa sih? Sinema Elektronik. Alasan pemberian nama tersebut adalah sinema ini melalui elektronik yaitu televisi.
Jadi sebenarnya apa sih sinetron pertama di Indonesia?
Sinetron pertama yang tayang di Indonesia berjudul Losmen, yang tayang di TVRI yaitu lembaga penyiaran publik milik pemerintah Indonesia pada tahun 1980-an. TVRI saat itu menjadi satu-satunya stasiun televisi yang ada di Indonesia dan hanya sedikit sekali orang yang memiliki televisi di zaman itu.
![]() |
| Poster Sinetron Losmen (Source : kudasipon.com-sejarah-sinetron-indonesia) |
Dengan semakin banyaknya stasiun televisi swasta yang bermunculan masa itu, maka semakin banyaklah arus tayangan sinetron. Kala itu sinetron Indonesia belum seperti sekarang. Tema ceritanya sih biasanya diadaptasi dari novel-novel yang terkenal saat itu, dan ceritanya belum selebay sinetron sekarang. Kemudian berlanjut pada tahun 1998 dimulailah sinetron yang sangat fenomenal sekali dan tercatat memiliki jumlah episode yang sangat panjang. TERSANJUNG. Siapa yang tidak ingat dengan sinetron tersanjung. Buat anak tahun 1990-an macam saya, tersanjung adalah wajib hukumnya karena orang-orang dewasa di sekitar saya kala itu sedang hobi-hobinya menonton sinetron itu. Apalagi ibu-ibu, persis seperti ibu-ibu zaman sekarang yang tidak pernah ingin ketinggalan menonton film India.
![]() |
| Sinetron Tersanjung Episode Mencapai 356 (Source : google.co.id) |
![]() |
| Lipstick-nya waterproof? Atau Sulam Bibir? Who Knows? (Source : Sinetron Anak Jalanan RCTI) |
Sedikit cerita, di Ketaon, desa yang menjadi rumah kedua saya saat ini, film ini cukup banyak penggemarnya. Bahkan ketika Boy, si bintang utamanya mati, ditangisi oleh sebagian ibu-ibu. Tidak cuma di Ketaon tapi hampir di seluruh bagian Indonesia.
![]() |
| Video Yang Sempat Viral Saat Boy Meninggal Dunia (source : google.co.id) |
Sampai ada iklan layanan masyarakat, yang intinya kalau kebut-kebutan jangan di jalan tapi di sirkuit. Wah wah wah.
But, thanks God. It's already over. Habislah sudah akhirnya kisah si Boy, dengan ending yang maksa dan tidak jelas (?).
Beralih dari sinetron Boy atau Anak Jalanan, beberapa sinetron juga memiliki kebiasaan yang hampir sama. Ya, kalau si bintang utama sedang lupa ingatan.
![]() |
| Kata-Kata Legendaris Kalau Pas Lupa Ingatan (source : google.co.id) |
Semua sinetron di Indonesia kalau pemeran utamanya atau salah satu pemerannya lupa ingatan pastiiiiiii..... pasti banget begini dialognya. Selain itu, membuat pemeran lupa ingatan alias amnesia adalah rencana jahat si pihak antagonis yang biasanya rebutan harta warisan atau rebutan kekasih. Alasannya ya, biar yang harusnya milik pemeran utama itu terus lupa jadinya buat si pemeran antagonis itu deh. Pfft.
Pemeran antagonis di suatu sinetron juga otomatis harus melotot-melotot sampe matanya keluar atau ngebatin rencana jahat yang mau dilakuin. Leily Sagita, dan beberapa artis antagonis lainnya sudah sangat melekat wajahnya dalam benak pecinta sinetron Indonesia. Bahkan, tak jarang mereka mendapat perlakuan kasar dari penggemar fanatik sinetron tersebut. Ada yang dicakar, dijambak, atau dicubit. Tapi itulah pekerjaan, entah untuk menghibur diri atau bagaimana mereka selalu bilang, kalau perlakuan yang mereka terima itu menandakan akting mereka sudah sangat maksimal, sehingga banyak penonton yang akhirnya terpengaruh. Hi hi hi. Lucu juga ya sampai ada yang begitu.
Pemeran antagonis di suatu sinetron juga otomatis harus melotot-melotot sampe matanya keluar atau ngebatin rencana jahat yang mau dilakuin. Leily Sagita, dan beberapa artis antagonis lainnya sudah sangat melekat wajahnya dalam benak pecinta sinetron Indonesia. Bahkan, tak jarang mereka mendapat perlakuan kasar dari penggemar fanatik sinetron tersebut. Ada yang dicakar, dijambak, atau dicubit. Tapi itulah pekerjaan, entah untuk menghibur diri atau bagaimana mereka selalu bilang, kalau perlakuan yang mereka terima itu menandakan akting mereka sudah sangat maksimal, sehingga banyak penonton yang akhirnya terpengaruh. Hi hi hi. Lucu juga ya sampai ada yang begitu.
![]() |
| Melotot Sambil Bilang "Cepat atau Lambat Kita Kuasai Hartanya" *Zoom In* *Zoom Out* (source : google.co.id) |
![]() |
| Seragam SMA Pendek & Ngetat Gitu? Seriusan Engga Apa-Apa? (source : google.co.id) |
Engga tahu ya kalau zaman dahulu beda dengan zaman saya SMA dulu, karena saya lulus SMA udah hampir sekitar 6 tahun. Tapi zaman saya SMA atau SMK dulu yang namanya pakai baju ketat atau rok dibawah lutut maka akan berujung pada pemotongan seragam oleh modiste/perancang busana dadakan alias guru sekolah. Tapi di sinetron kayaknya engga berlaku. Makin ketat, makin pendek maka semakin menandakan kita eksis. Hmm. Selain baju, gaya berbicara mereka dengan orang yang lebih tua, misalnya orang tua dan guru yang ada di sekolah sangat kurang memberikan contoh bagaimana layaknya anak muda bicara dengan orang yang lebih tua. Gaya bicara ketus, atau seperti memanipulasi orang yang lebih tua seringkali dipertunjukan oleh tokoh-tokoh dalam sinetron. Tak heran, kini di sekolah-sekolah banyak anak murid yang makin semena-mena terhadap gurunya. Bahkan, kesannya tokoh-tokoh di sinetron itu, kok, pintar banget ya memanipulasi orang lain?
Lanjut, setelah bicara tentang seragam-seragam yang dipakai sama dedek-dedek gemez di sinetron Indonesia, ada lagi yang paling nyebelin dalam tayangan-tayangan sinetron. Apa coba? ADEGAN TABRAKAN. Sumpah, itu nyebelin banget. Kenapa? Mobilnya dimana, orangnya mau nyebrang, orangnya masih jauh tapi udah menjerit duluan dan tahu-tahu kegeletak gitu aja si korban, tanpa tahu proses tadi tabrakannya gimana. Terus, perhatiin deh, rata-rata lukanya pasti di kepala dan proses penyembuhannya paling cuma beberapa episode ke depan. Kalau dianalogikan, misalnya 1 episode itu satu hari, lalu lukanya sembuh dalam waktu 3 episode, nah berarti 3 hari. Kan sangat tidak mungkin luka parut yang segitu hebatnya karena kecelakaan sembuh dan mulus dalam waktu 3 hari.
![]() |
| No Caption Needed *Ngakak* (source : google.co.id) |
Sinetron Indonesia itu emang selalu bikin ngakak, banyak hal-hal yang tidak masuk dalam logika saya dan kultur masyarakat Indonesia sendiri saya kira bahkan tidak seheboh gambaran sinetron-sinetron tersebut dan mungkin kalau kita bicara tentang hal-hal yang tidak masuk akal dalam tayangan sinetron saat ini, maka posting-an saya kali ini akan panjang sekali dan tidak akan selesai.
Saya kira sebagai penonton televisi yang cerdas, ada baiknya kita mulai bisa memilih dan memilah, mana tontonan yang baik untuk kita. Karena, menyeleksi tayangan televisi adalah hak kita sebagai konsumen. Sebagai konsumen, ketika kita merasa bahwa tayangan tersebut sudah keluar jalur atau tidak mendidik, maka kita bebas untuk mengganti atau bahkan mematikan televisi. Karena kita tidak bisa melarang stasiun televisi untuk menghentikan penayangan sinetron. Kenapa? Ya, selama sinetron di stasiun televisi memiliki rating yang tinggi, hal tersebut semakin mendatangkan banyak keuntungan bagi stasiun televisi yang menayangkan sinetron itu. Namun bila yang terjadi sebaliknya, maka sinetron itu tidak akan tayang lagi.
Salam saya,
Tsatsia
Pengamat Dadakan









Comments
Post a Comment